TUGAS 1 ETIKA PROFESI AKUNTANSI

nama : novianti

kelas :4 eb21

npm : 25210076

Artikel Jabatan Akuntansi

BAB 1

PENDAHULUAN

 

1.1     Latar Belakang

Akuntansi pada awalnya dikenal dengan sistem tata buku berpasangan (double entry), pertama kali diperkenalkan oleh pedagang Venesia di Italia pada tahun 1494. Penulisnya adalah seorang rahib dari Orde Fransiskan, yang bernama Luca Pacioli, seorang ahli matematika yang mengajar di berbagai universitas di Perugia, Naples, Pisa, dan Florence. Tata buku berpasangan mencatat kedua aspek transaksi sedemikian rupa yang mwmbwntuk suatu perkiraan yang berimbang. Misalnya, bila seseorang meminjam uang sebesar Rp. 1.000.000,- dari suatu bank, maka jumlah pinjaman tersebut dicatat baik berupa kas sebesar Rp. 1.000.000,- maupun sebagai kewajiban membayar kembali (utang) sebesar Rp. 1.000.000,-. Dari pencatatan ini terlihat lebih sistematis yang menghasilkan laporan keuangan yang menyeluruh dalam satuan uang berupa laba dalam periode tertentu, jumlah aktiva yang dimiliki perusahaan, dan hak (equity) atas aktiva tersebut.Pada akhir abad ke-15, ditemukannya belahan dunia dan jalur perdagangan baru yang mengakibatkan pusat perdagangan berpindah ke Spanyol, Portugis, dan kemudian Belanda. Sejak perpindahan tersebut terjadi kemajuan yang pesat dalam bidang akuntansi, yaitu dibuatnya perhitungan laba rugi tahunan. Hal ini kemudian mendorong dikembangkannya penyusunan neraca untuk jangka waktu tertentu. Pada tahun 1673, Perancis mengharuskan kepada setiap perusahaan di negaranya untuk membuat neraca perdagangan paling tidak sekali dalam dua tahun.

Revolusi Industri di Inggris, yang terjadi pada pertengahan abad ke-18 hingga sampai pertengahan abad ke-19, membawa banyak perubahan sosial-ekonomi. Salah satu yang menonjol adalah perubahan cara memproduksi barang dagangan dari kerajinan rumah tangga (handycraft) ke sistem pabrik. Penggunaan mesin yang menghasilkan banyak produksi menimbulkan keharusan untuk menetapkan besarnya biaya produksi dari buatan mesin tersebut, dibandingkan dengan biaya produksi buatan tangan pengrajin yang relatif lebih sedikit jumlahnya. Spesialisasi dalam akuntansi biaya meningkat untuk memenuhi kebutuhan dalam analisis berbagai biaya dan teknik pencatatannya.

Di Indonesia, profesi akuntan berkembang dengan pesat sejak dikeluarkannya Undang-Undang Penanaman Modal Asing tahun 1967 dan Undang-Undang Penanaman Modal Dalam negeri tahun 1968. Peran pemerintah membentuk tim koordinasi pengembangan akuntansi serta reformasi perpajakan tahun 1984 telah mendorong kian pesatnya perkembangan profesi ini. Akuntan sendiri pada mulanya dikenal mulai tahun 1642. Penghapusan Undang-Undang Tanam Paksa yang dilakukan Pemerintah Kolonial Belanda tahun 1870, memicu banyaknya kaum pengusaha Belanda menanamkan modal di Indonesia dan hal ini mendorong perkembangan akuntansi.

Sistem yang dianut oleh pengusaha Belanda ini adalah seperti yang diajarkan oleh Luca Pacioli. Sistem ini disebut juga dengan tata buku yang sebenarnya tidaklah sama dengan akuntansi, di mana tata buku menyangkut kegiatan-kegiatan yang bersifat konstruktif dari proses pencatatan, peringkasan, penggolongan, dan aktivitas lain yang bertujuan menciptakan informasi akuntansi berdasarkan pada data. Sedangkan akuntansi menyangkut kegiatan-kegiatan yang bersifat konstruktif dan analitikal seperti kegiatan analisis dan interpretasi berdasarkan informasi akuntansi. Sehingga, dapat disimpulkan bahwa pembukuan merupakan bagian dari akuntansi. Tahun 1850, orang Belanda menemukan metode baru dalam pembukuan yang efisien. Selama periode 1850-1900 terjadi semacam dualisme antara yang menggunakan metode lama dan yang menggunakan metode baru. Pada awal abad ke-20, metode pembukuan lama hilang dari sejarah akuntansi Belanda. Perkembangan ini juga dibawa ke Indonesia.

Fungsi pemeriksaan (auditing) mulai dikenalkan di indonesia tahun 1907, yaitu sejak seorang anggota NIVA, Van Schagen, menyusun dan mengontrol pembukuan perusahaan. Pengiriman Van Schagen ini merupakan cikal bakal dibukanya Jawatan Akuntan Negara (Government Accountant Dienst [GAD]) yang resmi didirikan pada tahun 1915. Akuntan publik pertama adalah Frese & Hogeweg, yang mendirikan kantornya di Indonesia pada tahun 1918. Pada tahun 1920 berdiri kantor akuntan H.Y. Voerens. Dalam tahun 1921 didirikan Jawatan Akuntan Pajak (Belasting Accountant Dienst [BAD]). Akuntan internal pertama kali datang ke Indonesia adalah J.W. Labrijn yang sudah ada di Indonesia dalam tahun 1896. Pada zaman penjajahan Belanda tidak banyak orang Indonesia yang terjun ke bidang akuntansi,  jabatan-jabatan tersebut dipegang oleh orang Belanda. Jika pun ada orang Indonesia, mereka hanya merupakan tenaga-tenaga pelaksana. Orang Indonesia pertama yang bekerja di bidang akuntansi tercatat J.D. Massie, yang diangkat sebagai pemegang buku untuk Jawatan Akuntan Pajak pada 21 September 1929. Oleh karena itu, ketika masa pendudukan Jepang, Indonesia sangat kekurangan tenaga di bidang akuntansi. Atas prakarsa Mr. Slamet, didirikan kursus-kursus untuk mengisi kekosongan jabatan tadi dengan tenaga-tenaga Indonesia. Pada masa itu dikenal kursus A, B, C, dan D. Para pengikut kursus-kursus inilah yang nantinya merupakan cikal bakal tenaga-tenaga akuntan di Indonesia. Mengenai sistem akuntansinya, tidak banyak terjadi perubahan selama zaman Jepang ini.

Setelah kemerdekaan Republik Indonesia, 17 Agustus 1945, hanya ada seorang akuntan berbangsa Indonesia, yaitu Prof. Dr. Abutari. Pemerintah RI mulai melakukan pembenahan dengan mengirim putra-putrinya ke luar negeri untuk belajar akuntansi. Di dalam negeri sendiri, pendidikan akuntansi mulai dirintis dengan dibukanya jurusan akuntansi di Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia, tahun 1952. Pembukaan ini kemudian diikuti Institut Ilmu Keuangan (sekarang Sekolah Tinggi Akuntansi Negara), tahun 1960 dan fakultas-fakultas ekonomi di Universitas padjadjaran (1961), Universitas Sumatera Utara (1962), Universitas Airlangga (1962) dan Universitas Gadjah Mada (1964).
Pada era globalisasi ini, batas-batas negara bukan menjadi suatu penghalang dalam aktivitas bisnis. Hal ini juga berdampak pada persaingan profesi akuntan yang semakin tajam. Kondisi ini menuntut sikap profesional akuntan Indonesia agar menjadi sosok akuntan  yang baik baigi negaranya. Setelah krisis ekonomi Indonesia tahun 1997, peran profesi akuntan diakui semakin signifikan mengingat profesi ini memiliki peranan strategis di dalam menciptakan iklim transparasi di Indonesia. Suatu iklim yang diharapkan mampu mendorong bangkitnya kembali roda ekonomi Indonesia. Rumor ketidakprofesionalnya akuntan lokal juga semakin santer ketika IMF maupun Bank Dunia menekan pemerintah untuk menggunakan akuntan asing dalam mengaudit bank-bank bermasalah di Indonesia. Dengan danya perubahan pradigma organisasi profesi dan pemerintah dalam meningkatkan kualitas akuntan, baik melalui penyempurnaan Standar Akuntansi Keuangan dan Standar Profesi, maupun yang mengharuskan menempuh Pendidikan Profesi Akuntansi (PPAk) untuk mendapatkan gelar akuntan sebagai pendidikan tambahan setelah menempuh pendidikan S1 di perguruan tinggi.

Bersamaan dengan itu, penulis merasa bahwa orang akuntansi junior sekarang masih kurang paham tentang bagian – bagian jabatan di akuntansi, Maka dari itu penulis mencoba menuliskan sebaik mungkin jabatan – jabatan akuntansi beserta kewenangan dan tugas – tugasnya dalam jabatan tersebut.

BAB II

LANDASAN TEORI

 

2.1     Kerangka Teori

 

KEPALA DIVISI AKUNTANSI

DAN KEUANGAN

FUNGSI :

Membantu Direktur Keuangan & Umum dalam mengkoordinasikan kegiatan

pengelolaan keuangan beserta administrasinya, penyusunan laporan

keuangan, penyusunan anggaran tahunan (RKAP), bahan penyusunan

laporan manajemen dan pembinaan PUKK.

TUGAS POKOK :

1. Mengkoordinasikan pengendalian kegiatan Akuntansi Manajemen,

Keuangan, Sistem Informasi Keuangan, dan kegiatan Pembinaan

Usaha Kecil & Koperasi (PUKK).

2. Melakukan analisis terhadap laporan keuangan dan laporan akuntansi

manajemen perusahaan.

3. Melaksanakan pengendalian dan pengawasan bidang keuangan sesuai

dengan target yang ditentukan.

4. Mengkoordinasikan penyusunan Rencana Kerja dan Anggaran

Perusahaan (RKAP).

5. Mengusulkan sistem dan prosedur akuntansi dan keuangan yang

memadai untuk pengembangan sistem informasi akuntansi & keuangan

dan bentuk-bentuk pelaporan.

6. Mengevaluasi dan menyampaikan laporan keuangan (neraca, laporan

laba/rugi, laporan arus kas) yang auditable secara berkala beserta

perinciannya (bulanan, triwulan maupun akhir tahun) sesuai dengan

kebijakan akuntansi kepada Direksi.

7. Mengevaluasi kajian kelayakan investasi dalam surat-surat berharga,

akuisisi, merger dan privatisasi.

8. Mengevaluasi dan menyampaikan bahan-bahan laporan untuk Rapat

Umum Pemegang Saham (RUPS) kepada Direksi.

9. Melaporkan kinerja manajemen unit operasi terhadap anggaran dan

standar biaya dan memberikan penjelasan disertai rekomendasi

perbaikan yang diperlukan.

10. Melaksanakan perencanaan dan pengendalian anggaran bulanan,

triwulanan dan tahunan.

11. Memeriksa pengajuan Rencana Kebutuhan (RK) dan uang kas

kecil (petty cash).

12. Memberikan pertimbangan mengenai kebutuhan dana yang tidak

tersedia alokasi anggarannya dan kebutuhan dana lain di luar

anggaran.

13. Menghitung harga pokok dan mengusulkan penetapan tarif.

14. Mengevaluasi rencana kebutuhan biaya operasional dan modal kerja

serta rencana penerimaan dan pengeluaran Kas/Bank.

15. Mengelola alat-alat pembayaran dan surat-surat berharga.

16. Mengevaluasi penutupan asuransi dan tuntutan ganti rugi.

17. Mengevaluasi perhitungan kewajiban perpajakan sesuai Undang-

Undang Perpajakan.

18. Menyelenggarakan program bantuan dan pembinaan terhadap Usaha

Kecil dan Koperasi.

19. Menyelenggarakan data base mitra binaan.

20. Menyelenggarakan kegiatan bina lingkungan.

21. Mengkoordinasikan penyelesaian piutang macet ke Direktorat Jenderal

Piutang Lelang Negara, Komisaris dan Pemegang Saham.

22. Melakukan kompilasi, analisis dan evaluasi piutang usaha dari unit

usaha setiap bulan.

23. Merumuskan Sasaran Mutu Unit Kerja dan Prosedur Mutu Unit Kerja

yang merupakan penjabaran dari Kebijakan Mutu, dan Sasaran Mutu

Perusahaan yang telah ditetapkan.

24. Menyiapkan laporan kegiatan Divisi secara benar dan tepat waktu.

 

 

BATASAN TANGGUNG JAWAB :

1. Terkendalinya kegiatan Akuntansi Manajemen, Keuangan, Sistem

Informasi Keuangan, dan kegiatan Pembinaan UKK.

2. Terselenggaranya proses keuangan yang akuntabel.

3. Tersusunnya anggaran perusahaan sesuai dengan kebijakan yang

ditetapkan oleh Direksi.

4. Tersajinya laporan manajemen yang bermakna bagi Direksi untuk

menyusun kebijakan.

5. Tersusunnya sistem informasi akuntansi dan keuangan yang up to

date.

6. Terpenuhinya semua kewajiban dan pertanggungjawaban keuangan

perusahaan kepada pihak yang berwenang.

7. Terlaksananya penyusunan RKAP yang benar, memadai, dan tepat

waktu.

8. Tersajinya kajian kelayakan investasi dalam surat-surat berharga,

akuisisi, merger, dan privatisasi.

9. Tersajinya penghitungan harga pokok dan tarif.

10. Dilaksanakannya pengembangan yang berkelanjutan terhadap Sasaran

mutu Unit Kerja dan Prosedur Mutu Unit Kerja yang mengacu kepada

Kebijakan Mutu Perusahaan yang telah ditetapkan.

11. Terwujudnya suasana kantor yang nyaman dan dapat meningkatkan

produktivitas kerja serta membentuk citra yang baik terhadap

perusahaan.

12. Tercapainya target bantuan dan pembinaan terhadap Usaha Kecil dan

Koperasi sesuai dengan RKA Pembinaan Usaha Kecil & Koperasi

(PUKK).

13. Tersedianya data base mitra binaan.

14. Terwujudnya hubungan yang harmonis dengan lingkungan perusahaan.

15. Terselesaikannya pengurusan piutang macet ke Direktorat Jenderal

Piutang Lelang Negara, Komisaris dan Pemegang Saham.

16. Tersedianya laporan analisis dan evaluasi piutang usaha dari unit

usaha setiap tanggal 10 pada bulan berikutnya.

17. Tersedianya laporan kegiatan Divisi secara benar dan tepat waktu

setiap tanggal 10 pada bulan berikutnya.

BATASAN WEWENANG :

1. Mengusulkan perubahan / penggeseran anggaran kepada Direktur

Keuangan & Umum.

2. Melakukan perubahan nomor rekening.

3. Melakukan perubahan bentuk laporan keuangan.

4. Meneliti dan menandatangani R/K.

5. Mengusulkan mata anggaran kepada Direktur Keuangan & Umum.

6. Menandatangani cek / giro sesuai ketentuan yang berlaku

7. Meneliti / memeriksa dan mengusulkan perubahan kebijakan akuntansi

kepada Direktur Keuangan & Umum.

8. Mengkoordinasikan penyusunan Laporan Manajemen Perusahaan.

9. Menerima atau menolak permintaan pembayaran dari unit kerja.

10. Mengajukan pembayaran seluruh kewajiban perusahaan (perpajakan,

retribusi, dan dividen) serta pertanggungjawaban keuangan

perusahaan kepada pihak yang berwenang.

11. Mengevaluasi dan mengajukan usulan kelayakan investasi kepada

Direksi.

12. Sebagai koordinator dalam pengembangan sistem informasi akuntansi

& keuangan.

13. Menyusun dan merevisi Sasaran Mutu dan Prosedur Mutu Unit Kerja.

14. Mengusulkan kepada Direksi pemberian bantuan modal dan program

hibah dalam rangka pembinaan Usaha Kecil dan Koperasi.

15. Mengusulkan kepada Direksi bantuan bina lingkungan kepada

masyarakat di sekitar wilayah perusahaan (Community Development)

16. Mengusulkan kepada Direksi penghapusan piutang macet.

17. Menandatangani laporan analisis dan evaluasi piutang usaha.

HUBUNGAN KERJA / SUPERVISI :

1. Kepala Divisi Akuntansi & Keuangan bertanggung jawab langsung

kepada Direktur Keuangan & Umum.

2. Kepala Divisi Akuntansi & Keuangan membawahi :

a. Kepala Bagian Sistem Informasi Akuntansi

b. Kepala Bagian Akuntansi Manajemen

c. Kepala Bagian Keuangan

d. Kepala Bagian Pembinaan UKK

 

Dewan komisaris
Bertanggung jawab kepada:-
Membawahi:Direktur Utama
Tugas:
memeberikan  nasihat kepada direktur dlam melaksanakan pengurusan perusahaan
melakukan pengawasa natas jalannya usaha pada perusahaan dagang tsb.
bertindak sebagai wakil pemegang saham
melakukan pelaksanaan dari setiap kebijaksanaan yang telah digariskan atau dikeluarkan
Wewenang:
dewan komisaris dapat diamanatkan dalam anggaran dasar  untu kmelaksanakan tugas –tugas tertentu-           direktur,apabila direktur berhalangan atau dalam keadaan tertentu
menghadiri rapat direksi dan memberikan pandangan-pandangan terhadap hal-hal yang dibicarakan
mengetahui segala kebijakan dan tindakan yang telah dan akan dijalankan oleh direktur

Direktur utama
Bertanggung jawab kepada: dewan komisaris
Membawahi:direktur pembelian dan gudang,direktur administrasi & keuangan,direktur pemasaran
Tugas:
membuat rencana pengembangan dan usaha perusahaan dalam jangka pendek & panjang
memberikan laporan pertanggungjawaban kepada rapat umum pemegang saham(RUPS)
bertanggung jawab penuh atas tugasnya untuk  kepentingan perseroan dalam mencapai maksud dan -tujuannya
Wewenang:
mengawasi serta mengurus kekayaan perusahaan
menunjuk,mengangkat dan memberhentikan direktur
menandatangani permintaan pengeluaran kas yang jumlahnya besar dan sifatnya penting
menetapkan pencapaian tujuan untuk jangka panjang
mengambil keputusan dan strategi bagi perusahaan

Internal auditor
Bertanggung jawab kepada: Direktur utama
Membawahi:-
Tugas:
menyusun dan melaksanakan rencana audit internal
menguji dan mengevaluasi pelaksanaan pengendalian intern& sistm manajemen resiko sesuai kebijakan
perusahaan
melakukan pemeriksaan dan penilaian atas efesiensi & efektifitas di bidang keuangan ,akuntansi,operasional,SDM,pemasaran,TI,dan kegiatan lainnya.
membuat laporan hasil audit & menyampaikan laporan tsb. Kepada direktur utama & dewan komisaris
Wewenang:

Mengakses seluruh informasi yang relevan tentang perusahaan terkait dgn tugas dan fungsinya

Melakukan komunikasi secara langsung dengan direksi,dewan komisaris, dan komite audit beserta-
anggota-anggotanya

Direktur pembelian dan gudang
Bertanggung jawab kepada: Direktur utama

Membawahi: bagian pembelian,bagian penerimaan,bagian gudang
Tugas:
menandatangani segala urusan pembelian ,penerimaan,dan gudang.
bertanggung jawab atas segala urusan yang berhubungan dengan pembelian
Wewenang:
memberikan kebijaksanaan mengenai hal-hal yang berkaitan dengan pembelian dan gudang

Bagian pembelian
Bertanggung jawab kepada: Direktur pembelian dan gudang
Membawahi:-
Tugas:
mementukan pemasok yang dipilih dalam pengadaan barang
mengeluarkan order pembelian kepada pemasok yang dipilih
Wewenang:
membuat pemesanan pembelian dan memesan barang kepada pemasok
membuat pembelian yang befungsi untuk menambah stock barang

Bagian penerimaan
Bertanggung jawab kepada: Direktur pembelian dan gudang
Membawahi:-
Tugas:
memeriksa jenis,mutu, dan kuantitas barang yang diterima dari pemasok
bertanggungjawab untuk menerima barang dari pembeli yang berasal dari transaksi retur penjualan
membuat laporan penerimaan barang untuk melampiri memo kredit yang dikirim ke direktur pembelian dan gudang
Wewenang:
menolak barang yan dikirim pemasok jika barang yang dikirim tidak sesuai dengan surat pesanan
meng-otorisasi untuk penerimaan barang yang jenis,spesifikasi,mutu,kuantitas dan pemasoknya seperti yang tercantum.
menerima barang yang diretur

Bagian gudang
Bertanggung jawab kepada: Direktur pembelian dan gudang
Membawahi:-
Tugas:
memepersiapkan barang yang akan dikirim
bertanggung jawab atas penyimpanan kembali barang yang diterima dari retur  penjualan
bertanggung jawab menyerahkan surat order penjualan dan barangnya ke bagian pengiriman
mengajukan permintaan pembelian sesuai dengan posisi persediaan yang ada digudang

Wewenang:
memeriksa penjualan yang dibawa pelanggan saat ingin melakukan retur penjualan
mengontrol retur penjualan dan retur pembelian

Direktur administrasi dan keuangan
Bertanggung jawab kepada:direktur utama
Membawahi:departemen personalia dan umum, departemen keuangan,departemen akuntansi
Tugas:
melakukan penelitian dan analisa keuangan termasuk masalah pajak
melakukan verifikasi ulang atas semua bukti kas,penerimaan dan pengeluaran kas
melakukan verifikasi atas semua buku  penjualan tunai,faktur penjualan dan nota pembelian-
serta bukti barang dari perusahaan ke konsumen
Wewenang:
menandatangani seluruh dokumen yang berkaitan dengan aministrasi perusahaan
membuat evaluasi kegiatan perusahaan bidang keuangan

Departemen personalia dan umum
Bertanggung jawab kepada:direktur adminstrasi dan keuangan
Membawahi: bagian umum,pegawai dan humas
Tugas:
membuat perencanaan pegawai sesuai kebutuhan dari setiap departemen
bertanggungj jawab dalam memilih dan mendapatkan pegawai yang sesuai dengan kebutuhan- perusahaan
memberikan pelatihan kepada pegawai agar mempunyai motivasi kerja dan menemukan solusi untuk -setiap persoalan yang dihadapi oleh pegawai perusahaan
Wewenang:
menilai dan mengukur kinerja pegawai
memberikan sanksi kepada pegawai yang melanggar aturan perusahaan
memberikan saran-saran dan pertimbangan kepada direktur

Bagian pegawai
Bertanggung jawab kepada: Departemen personalia dan umum
Membawahi:-
Tugas:
melaksanakan pengelolaan adminstrasi kepegawaian
penyusunan progam dan petunjuk pembinaan dan pengembangan kepegawaian
melaksanakan  mutasi pegawai & tatausaha kepegawaian
mengawasi pegawai apakah telah melakukan pekerjaannya sesuai dengan tugasnya
mengadakan perekrutan pegawai baru
member petunjuk kepada pegawai untuk dapat mengkontribusikan kemampuan yang ada pada perusahaan
Wewenang:
menetapkan pegawai mana yang mendekati masa pensiun

Departemen Umum
Bertanggung jawab kepada: Departemen personalia dan umum
Membawahi:-
Tugas:
mengendalikan dan menyelenggarakan  kegiatan dibidang administrasi,kepegawaian,serta- kesekertariatan
menyelenggarakan kegiatan dibidang kerumahtanggaan,peralatan kantor,dan perundang2an
mengurus pembekalan material & peralatan teknik
mengadakan pembelian barang-barang yang diperlukan perusahaan
Wewenang:
menandatangani surat atau laporan
menilai dan menentukan kualitas barang
membuat harga perkiraan sendiri
mengeluarkan uang persediaan
mendistribusikan barang inventaris dan barang persediaan
menilai dan menentukan kondisi barang inventaris untuk diusulkan penghapusan.

Bagian humas
Bertanggung jawab kepada: Departemen personalia dan umum
Membawahi:-
Tugas:
mengawasi pelaksanaan penerimaan,pendistribusian,pengiriman& pengarsipan,surat-surat dan- dokumen perusahaan
mengawasi pelaksanaan pemeliharaan kebersihan & keamanan kantor serta harta perusahaan agar- terhindar dari kebakaran,kerusakan,pencurian
mengawasi penggunaan alat-alat tulis, peralatan kantor & persediaannya

Wewenang:
menjalin hubungan bai k dengan pihak eksternal

Departemen keuangan
Bertanggung jawab kepada:Direktur administrasi dan keuangan
Membawahi:bagian kasir, bagian kredit
Tugas:
mengkoordinir,menganalisa,mengelola data-data,sehingga tersusun suatu laporan keuangan- perusahaan
ikut serta dalam mengamankan asset perusahaan
bertanggung jawab atas kegiatan keuangan
mengatur masalah yang berhubungan dengan penyediaan dan enggunaan dana.
menyediakan laporan keuangan untuk internal maupun eksternal perusahaan
Wewenang:
mengatur kebijaksanaan dan engendalian keuangan untuk penghematan biaya pengeluaran perusahaan

Bagian kasir
Bertanggung jawab kepada:departemen keuangan
Membawahi:-
Tugas:
menerima daftar penerimaan kas,bukti kas masuk,dank as/cek,kasir membuat bukti setor bank &- menyetorkan kas tersebut ke bank
kasir mengarsipkan daftar penerimaan kas an bukti kas masuk urut tanggal.

Wewenang:
memberikan tanggaldan cap lunas padatiap bukti penerimaan dan pengeluaran kas
berwenang dan bertanggung jawab dalam menerima dan mengeluarkan uang ks perusahaan

Bagian kredit
Bertanggung jawab kepada:Departemen keuangan
Membawahi:-
Tugas:
memberi otorisasi penghapusan  piutangyang sudah tidak dapat ditagih lagi
Memeriksa data kredit pelanggan  yang mencakup sejarah kredit dan batas kredit pelanggan
melakukan pengumpulan informasi tentang kemampuan keuangan calon anggota
bertanggung jawab atas pemberian  kartu kredit kepada pelanggan terkirim
Wewenang:-

Departemen akuntansi
Bertanggung jawab kepada: Direktur administrasi dan keuangan
Membawahi:bagian piutang, utang,penagihan,pembukuan
Tugas:
bertanggung jawab pada uruan piutang,utang, penagihan,dan pembukuan
memeriksa kebenaran penulisan dan perhitungan kwitansi dan surat jalan
memeriksa limit piutang dari setiap peruahaan
Wewenang:
menetapkan metode-metode  yang digunakan dalam  pencatatan akuntansi

Bagian piutang
Bertanggung jawab kepada: Departemen akuntansi
Membawahi:-
Tugas:
memeriksa nomor seri faktur penjualan
mengarsipkan faktur penjualan urut tanggal
mencatat berkurangnya  piutang di transaksi  pelunasan piutang oleh debitur
Wewenang:
meng-otorisasi bukti penerimaan kas masuk

Bagian Utang
Bertanggung jawab kepada: Departemen akuntansi
Membawahi:-
Tugas:
menerima tembusan order  pembelian dari departemen pembelian serta laporan penerimaan barang- dari bagian gudang yang dokumen tersebut diarsipkan urut nomor
Wewenang:
mencocokkan dokumen,mengecek perhitungan,menyetujui pembayaran faktur, dan membuat voucher
mengarsipkan voucher dan dokumen pendukungnya(faktur asli,laporan penerimaan barang,order- pembelian dan dan permintaan pembelian) dalam arsip paket voucher urut tanggal jatuh tempo
mengeluarkan  paket voucher dari arsipnya dan menyerahkan ke kasir.

Bagian penagihan
Bertanggung jawab kepada: Departemen akuntansi
Membawahi:-
Tugas:

Melakukan penagihan yang telah jatuh tempo
melakukan faktur penjualan kartu kredit dan mengarsipkan menurut abjad
Wewenang:
membuat surat tagihan dan mengirimkannya kepada pemegang kartu kredit perusahaan dilampiri dg-
faktur penjualan kartu kredit

Bagian pembukuan
Bertanggung jawab kepada: Departemen akuntansi
Membawahi:-
Tugas:
melaksanakan penyelesaian administrasi keuangan
melaksanakan pembayaran gaji dan tunjangan-tunjangan lainnya
melaksanakan tata pembukuan keuangan
menyimpan dan melaporkan dana operasional transaksi secara harian  dan bulanan
Wewenang:
melakukan koordinasi dg kasirdan bagian pelayanan terhadap validasi transaksi sebelum melakukan- pencatatan pada sistem terkomputerisasi

Direktur pemasaran
Bertanggung jawab kepada: Direktur utama
Membawahi:departemen penjualan,departemen promosi
Tugas:
merencanakan dan merumuskan kebijakan strategis yang menangkut pemasaran
memonitoring dan mengarahkan proses2 diseluruh divisi direktorat pemasaran
melakukan koordinasi strategis antar direktorat
memberikan masukan pada direktur utama dalam memutuskan hal-hal yang berkaitan dengan pemasaran
Wewenang:
menetapkan pedoman harga barang dan jasa
menetapkan dan mengevaluasi upaya strategis dan kebijakan pemasaran serta penmgadaan barang dan jasa
menetapkan sistem pengendalian hasil produksi serta bahan baku dan pelengkap

Departemen penjualan
Bertanggung jawab kepada:Direktur pemasaran
Membawahi:bagian order penjualan ,bagain pengiriman
Tugas:
bertanggungjawab kepada direktur pemasaran
mengkoordinir penjualan agar memenuhi target
menyusun rencana penjualan
mengikuti dan menganalisa perkembangan pasar
menganalisa laporan penjualan & mengadakan evaluasi serta memberikan saran dalam rangka peningkatan penjualan
Wewenang:
memberikan kebijakan-kebijakan atas rencana penjualan

Bagian order penjualan
Bertanggung jawab kepada: Departemen penjualan
Membawahi:-
Tugas:
membuat faktur penjualan
mencatat order yang diterima dari pesanan
membawa dokumen order penjualan ke bagian otorisasi kredit
Wewenang:
memverifikasi order langganan mencakup data pelanggan secara lengkap
meng-otorisasi pengembalian barang oeh pelanggan dengan cara membuat memo kredit

Bagian pengiriman
Bertanggung jawab kepada: Departemen penjualan
Membawahi:
Tugas:
menyerahkan barang yang dipesan sesuai dg mutu,kuantitas,spesifikasinya sesuai dengan yang tercantum dalam tembusan faktur penjualan kartu kredit yang diterima dari penjual
Wewenang:
meng-otorisasi dalam membuat nota pengiriman

Departemen promosi
Bertanggung jawab kepada:direktur pemasaran
Membawahi:bagian riset pasar,bagian promosi
Tugas:
bertanggungjawab atas kegiatan pemasaran
menerima an memahami setiap keluhan pelanggan
membuat rencana “costumer visit” dan “costumer call” untuk period tertentu
Wewenang:
menetapkan cara mempromosikan barang ke pelanggan

Bagian riset pasar
Bertanggung jawab kepada: Departemen promosi
Membawahi:-
Tugas:
untuk mengetahui seberapa besar kekuatan para pesaing usaha yang akan dihadapi oleh pebisnis
mencari informasi mengenai harga,kuantitas,kualitas barang.
Wewenang:
menentukan para pesaing usaha sehingga mengetahui kelemahan dan kelebihan  guna mendapatkan keuntungan

Bagian promosi
Bertanggung jawab kepada: Departemen promosi
Membawahi:-
Tugas:
mengajukan anggaran biaya produksi kepada departemen promosi
melaksanakan progam promosi yang disetujui oleh departemen promosi
mengusulkan progam-progam promosi
Wewenang:
menentukan sarana-sarana dalam mempromosikan produk &mengusulkannya kedepartemen promosi menentukan pemasangan iklan terkait promosi produk

BAB III

KESIMPULAN

 

Jadi kesimpulan dari penulisan ini adalah walaupun akuntansi di Indonesia populasinya sudah banyak dan profesional, tetapi alangkah baiknya mengetahui bagian – bagian jabatan di akuntansi, terutama bagi yang baru menjadi seorang akuntan.

Sumber: http://musaddadsemangat.blogspot.com/2012/12/contoh-uraian-tugas-dan-wewenang.html

http://pengantar-akuntansi.blogspot.com/2012/10/b-sejarah-perkembangan-akuntansi.html

Tentang novianti92

I'm a simple girl but no body's perfect in the world...
Pos ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s